Budidaya Puyuh

I. Pendahuluan Budidaya Puyuh secara umum  di Indonesia masih berskala kecil sehingga perlu diusahakan secara komersial dan intensif. Hal ini diperlukan karena adanya pertambahan penduduk yang terus meningkat, disertai dengan ketertarikan terhadap telur puyuh yang lebih murah dan tinggi protein dan semakin meningkatnya daya beli masyarakat. Kebutuhan telur puyuh selama ini belum mencukupi permintaan pasar, baik dalam bentuk telur segar, telur olahan dan telur tetas. Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA  dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) berupaya membantu budidaya puyuh dengan sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas telur dan daging. Produktivitas Budidaya Puyuh Potensi puyuh sangat bagus untuk dikembangkan. Puyuh pada umur 41 hari sudah mulai bertelur, dibandingkan dengan ayam… Read More

Continue Reading

Budidaya Ayam Pedaging

Budidaya Ayam Pedaging yaitu jenis ayam ras yang memiliki kemampuan tumbuh dengan cepat sehingga dapat dijadikan sebagai penghasil daging dengan waktu yang relatif singkat yaitu sekitar 5-7 minggu. Ayam Pedaging berperan penting sebagai sumber protein hewani yang berasal dari hewan ternak. Melalui produk-produk peternakannya dan panduan Budidaya Ayam Pedaging PT NATURAL NUSANTARA berusaha membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia) baik kuantitas maupun kualitas. Pemilihan Bibit Untuk Budidaya Ayam Pedaging Bibit ayam pedaging yang baik mempunyai ciri-ciri: sehat dan aktif bergerak, gemuk (bentuk tubuh bulat), hidung bersih, mata tajam, bulu bersih dan kelihatan mengkilat serta mempunyai lubang kotoran (anus) yang bersih. Kondisi Teknis yang Ideal… Read More

Continue Reading

Budidaya Cabai Organik

Budidaya Cabai Organik kekurangan unsur, serta serangan hama dan penyakit. PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya menolong penyelesaian permasalahan tersebut, supaya bisa terjadi peningkatan produksi cabai dengan berpedoman pada kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga para petani bisa berkompetisi di era globalisasi atau pasar bebas. A. Fase Pra Tanam 1. Pengolahan Lahan Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2 Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu) Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2 Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm Siramkan SUPERNASA (1 btl) / POC NASA(1-2 btl) SUPERNASA 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50… Read More

Continue Reading

Budidaya Sapi Potong

Budidaya Sapi Potong sebagian besar masih dilakukan dengan pola tradisional dan dalam skala usaha sambilan. Hal tersebut disebabkan karena besarnya nilai investasi apabila dilakukan dalam skala besar dan cara modern. Sebenarnya dengan skala kecil saja bisa mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit apabila dilakukan dengan prinsip Budidaya Sapi Potong modern. PT NATURAL NUSANTARA selalu berupaya membantu Budidaya Sapi Potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil tanpa mengesampingkan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan). I.Budidaya Sapi Potong Budidaya Sapi Potong yaitu pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (berkisar antara 3-5 bulan). Hal-hal yang berkaitan dengan usaha Budidaya Sapi Potong adalah… Read More

Continue Reading

Budidaya Buah Tomat

Budidaya Buah Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta Budidaya Buah Tomat yang kurang diperhatikan. PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas. Budidaya Buah Tomat FASE PRA TANAM 1. Syarat Tumbuh Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 – 6 Curah… Read More

Continue Reading

Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Lele merupakan salah satu usaha yang menggiurkan karena lele merupakan jenis ikan yang memiliki banyak penggemar, karena dagingnya yang gurih, empuk dan tidak terlalu banyak duri. Lele juga bisa didapat dengan harga yang murah, sehingga bisa dinikmati semua kalangan. Minat pasar yang begitu besar sering dijadikan sebagai salah satu peluang usaha yang cukup menggiurkan. PT NATURAL NUSANTARA berusaha membantu para petani lele dengan pedoman Budidaya Ikan Lele dan paket produk organik yang mengedepankan aspek Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan (K-3). I. Pembenihan Budidaya Ikan Lele Pembenihan lele merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan benih sampai dengan ukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam khusus pemijahan.… Read More

Continue Reading

Budidaya Jagung Organik

Budidaya Jagung Organik sangat luas, namun sampai saat ini kita masih harus mengimpor dari luar negeri karena produksi jagung di negara kita belum mencukupi. Dengan Budidaya Jagung Organik yang tepat akan menghasilkan produksi jagung yang tinggi. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3). Syarat Budidaya Jagung Organik Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C – 300 C.… Read More

Continue Reading

Budidaya Padi Organik

Budidaya Padi Organik bisa tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan suhu rata-rata 19 – 270 C. Padi memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Padi juga dipengaruhi oleh angin terutama pada penyerbukan dan pembuahan. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 – 7. Pedoman Budidaya Padi Organik A. Benih Dengan jarak tanam 25 x 25 cm per 1000 m2 sawah membutuhkan 1,5-3 kg. Jumlah ideal benih yang disebarkan sekitar 50-60 gr/m2. Perbandingan luas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam adalah 3 : 100, atau 1000 m2 sawah : 3,5 m2 pembibitan B. Perendaman Benih Benih direndam POC NASA dan air,… Read More

Continue Reading

Budidaya Kelapa Sawit

Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.), apakah itu orientasi pasarnya lokal maupun global, akan dihadapkan pada tuntutan kualitas produk serta kelestarian lingkungan. Tentunya selain kuantitas produksi. Nah.. PT. Natural Nusantara dengan bidang agrokompleksnya, berusaha berperan dalam upaya meningkatkan produksi kelapa sawit dengan menyajikan Pedoman Teknis Cara Budidaya Kelapa Sawit ini yang selalu mengedepankan aspek Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Syarat Budidaya Kelapa Sawit 1. Iklim Lama penyinaran matahari berkisar 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan rata-rata 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal pada 24-280 C. Ketinggian tempat yang ideal diantara 1-500 mdpl. Kecepatan angin rata-rata 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. 2. Media Tanam Tanah yang baik yang mengandung… Read More

Continue Reading

Budidaya Udang Windu

Budidaya Udang Windu sudah dimulai di awal tahun 1980-an, dan produksi udang ini mencapai puncaknya pada tahun 1985-1995. Pada kurun waktu tersebut, udang windu menjadi komoditi penghasil devisa terbesar dari produk perikanan. Produksi udang windu di Indonesia mulai menurun setelah tahun 1995. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya penurunan mutu lingkungan serta serangan penyakit. Dengan melihat kondisi komoditi perikanan itu, PT. NATURAL NUSANTARA merasa tergerak untuk membantu menanggulangi permasalahan tersebut dengan menghadirkan produk-produk agrokompleks yang berprinsip pada Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3). I. Budidaya Udang Windu 1.1. Syarat Teknis Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga… Read More

Continue Reading